Lulusan Ilmu Alqur'an dan Tafsir, Bebas Menentukan Karir

Banyak anggapan bahwa orang yang mengambil jurusan di fakultas Ushuluddin jurusan ilmu Al-quran dan Tafsir adalah orang-orang yang tidak memiliki masa depan yang jelas dan cerah, terutama orang-orang yang orang-orang hidupnya hanya melihat segala hal dari kacamata materi dunia dan  memandang bahwa kuliah untuk mencari kerja, mereka menilai tidak ada yang bisa diharapkan kedepannya dan mau jadi apa kelak.

Ushuluddin sendiri diambil dari 2 kata dalam bahasa Arab yaitu ushul yang artinya adalah pondasi dan Ad-din yang artinya agama dan bidang yang dikaji adalah seputar Tafsir dan hadits, filsafat dan tasawuf. Selama belajar di fakultas Ushuluddin mahasiswa akan dididik menjadi orang yang dapat mewarnai wajah keagamaan di negeri ini baik dalam lingkup kenegaraan maupun masyarakat secara umum dan menjadi tokoh penting dalam menentukan kebijakan-kebijakan agama.

Sejarah keagamaan bangsa ini banyak diwarnai oleh alumni alumni Ushuluddin seperti Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, seorang tokoh besar yang memiliki kapasitas keilmuan dalam bidang Tafsir dan mempunyai banyak karya yang sudah beliau hasilkan, beliau mengambil S1 dan S2 jurusan Ushuluddin di Al- Azhar Kairo. Siapa yang tidak kenal dengan ustadz kondang di negeri ini seperti: Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA Ustad Professor Doktor Abdul Somad Lc, MA, Ustadz Dr. Musthafa Umar Lc, MA. masih banyak yang lainnya.

Kiprah alumni-alumni Ushuluddin dalam kehidupan berbangsa tidak hanya berhenti pada dunia keagamaan saja, banyak tokoh-tokoh yang menyumbang peran dan pemikirannya dunia perpolitikan dan kebudayaan.

Tak sedikit alumni-alumni Ushuluddin yang berkiprah di dunia jurnalistik,entrepreneur, politik dan lembaga-lembaga pendidikan.

Mengaca pada kiprah alumni Ushuluddin yang beragam, sebagai mahasiswa Ushuluddin janganlah takut akan masa depan kita setelah lulus nanti. kampus hanyalah sebagai wadah untuk menimba ilmu dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa.

Penulis Gambarkan mahasiswa Ushuluddin seperti kertas kosong. Mereka bisa menorehkan tinta dan gambar sesuai dengan keinginan, kertas itu akan digambar dan diwarnai terserah yang punya dan hanya pemilik yang menentukannya sendiri.

Masa depan sarjana Ushuluddin jurusan ilmu Alquran dan Tafsir, mereka sendiri yang menentukan dan mengarahkan nya tanpa ada keterpaksaan sistem. Fakultas hanyalah sebuah sarana atau wadah tidak lebih dari itu, tapi proses dalam kehidupan di kampus itulah yang akan membentuk dan menentukan jati diri masa depan kita. Maka sebagai mahasiswa Ushuluddin Jangan risau akan masa depan kelak karena masa depan yang cerah siap menyambut.

(Suparman, S.Ag/ Alumni STAI Nurul Falah Prodi IAT )