
Kegiatan pelatihan bertajuk “Menguasai Seni Penulisan Karya Ilmiah (Academic Writing)” merupakan salah satu upaya yang dilaksanakan oleh STAI Nurul Falah Airmolek dalam meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, khususnya bagi penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kegiatan ini diselenggarakan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026 dan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, yaitu pada tanggal 15 Desember 2025, 23 Desember 2025, dan 03 Januari 2025. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Ruang Digitalisasi II STAI Nurul Falah Airmolek dengan melibatkan sepuluh mahasiswa KIP angkatan 2022 sebagai peserta.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah. Banyak mahasiswa yang belum memahami secara utuh bagaimana merumuskan masalah penelitian, menyusun struktur tulisan yang sistematis, serta menggunakan teknik sitasi yang benar sesuai kaidah akademik. Padahal, kemampuan menulis karya ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa, baik dalam menyelesaikan tugas perkuliahan maupun dalam penyusunan tugas akhir seperti skripsi. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang sebagai sarana untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penulisan ilmiah.
Pelatihan ini didampingi oleh dosen Tika Widianti, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua LP2M STAI Nurul Falah Airmolek. Dalam pelaksanaannya, beliau berperan aktif dalam memberikan arahan, pendampingan, serta motivasi kepada peserta agar mampu memahami materi dengan baik dan mengaplikasikannya dalam penulisan karya ilmiah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi penting yang berkaitan dengan penulisan karya ilmiah. Materi tersebut meliputi konsep dasar penulisan ilmiah, struktur karya ilmiah yang baik dan benar, teknik merumuskan judul dan masalah penelitian, serta cara menulis kutipan dan daftar pustaka secara tepat. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang penggunaan bahasa akademik yang formal serta teknik parafrase untuk menghindari plagiarisme. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami setiap bagian dengan baik.
Metode pelaksanaan pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh pemateri, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai kesulitan yang mereka hadapi. Setelah itu, peserta diarahkan untuk melakukan praktik langsung dengan menyusun bagian awal karya ilmiah, seperti judul, latar belakang, dan rumusan masalah. Pendekatan ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung.

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pelatihan. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berdiskusi, serta mencoba menyusun karya ilmiah secara mandiri. Dari kegiatan ini, peserta mulai memahami struktur dasar penulisan ilmiah, mampu menyusun judul penelitian dengan lebih terarah, serta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai teknik pengutipan dan penggunaan referensi.
Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan akademik mahasiswa, khususnya dalam bidang penulisan karya ilmiah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan secara berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta siap menghadapi tantangan akademik di masa yang akan datang.







